Sunday, November 06, 2005

 

katanya sih house of wax (2005) adalah remake dari film lama dengan judul yang sama. house of wax yang baru ini diisi oleh wajah-wajah pop bubble gum. mmm, istilah gw sendiri buat artis2 muda yang secara menakjubkan main di banyak film yang genrenya sama dan penggemar mereka juga orang-orang seumuran mereka. gw termasuk seumuran mereka, cuma gw ga suka tuh. bodo ah. ada erika christensen, si cowok yang main film ama duff, trus paris hilton..dan beberapa bintang muda baru yang seperti biasa cuma akan dibantai di genre film-film begini.house of wax emang sebangsa banget sama scream, i know what you did last summer, dan sebutlah sendiri sisanya. jenis teen slasher. meski isinya rada sama, gw termasuk fans jenis film ini. secara gw selalu penasaran, gimana penulisnya membuat tiap karakter pendukungnya mati. haha. sadis ya gw.tapi melihat teknik kematian itu kan belajar juga buat gw, siapa tau gw mau buat teen slasher indonesia pertama di masa mendatang? tuh...indonesia skrg kan isinya film hantu-hantu dan romantic comedy wannabe...kayak vina yang muncul di luar kendali banget itu. ahaha.well, seperti teen slasher lainnya, formatnya sama sih. beberapa orang, jalan bareng, awalnya mereka pikir bakal having fun..senang-senang, terus kendaraan mereka jebol, kalo di film ini, tali kipas mobilnya si cowok bubble gum itu putus. jadi mereka terpaksa camping di lokasi itu. tanpa tahu bahwa daerah itu ga pernah disentuh orang selama sepuluh tahun terakhir, dan beberapa orang yang bertahan hanyalah seniman lilin gila yang membuat sisa penduduk kota itu menjadi lilin. hiiii...ini lumayan nakutin sebenarnya. hehe.pertemuan pertama gerombolan akan terbantai ini terjadi pas si erika, jalan ama paris ke salah satu sudut areal camping dan erika jatuh di...hiii...apa namanya, tumpukan mayat binatang, yang kalo gw liat di filmnya sih cukup disgusting, dan ada tangan di situ, yeahh...tangan saudara2. kumpulan bangkai hewan inilah yang menjelaskan bau busuk yang dicium oleh gerombolan akan terbantai ini malam sebelumnya.nah perhatian buat kamu-kamu yang kebetulan menjalani plot cerita yang sama saat lagi jalan-jalan. jangan kamu dengan stupid dan hilang akalnya bercamping di udara terbuka sementara pembunuh gila yang siap me-lilinkan kamu beredar dengan sangat leluasa di sana sini. ahh ..si paris emang air head.lalu lalu...gerombolan akan terbantai ini kehabisan bensin, satu-satunya gas station di kota ini milik 2 saudara gila seniman lilin itu. di sinilah pembunuhannya dimulai...mmm. ngga mungkinlah gw membeberkannya di sini. jadi saat si erika dan cowoknya, si wade yang tampangnya macho tapi mas urat kakinya kepotong dia jadi mewek...mewek. seriously, denger aja jeritannya.sisanya, seperti biasa, mereka mati satu persatu, ada 2 yang selamat, tapi ya lo nonton sendirilah.kalo gw amatin sih, penulisnya berusaha membuat pembunuh ganda kita, yap...si gila ada 2 orang, dan mereka harusnya kembar, cuma satu dari mereka cacat sebagian wajahnya. dan si gila yang satu, yang mukanya masih bagus...mulai mengisi otak sodaranya yang cacat itu dengan pikiran-pikiran yang ngga bener. nah ketidakbeneran mereka ini diwujudkan dengan house of wax (museum lilin) yang mereka bangun. ending dr house of wax ini cukup mengejutkan. seperti film2 sejenis, kita bisa melihat ruang penyiksaan yang dimiliki 2 sodara gila ini. yes, alat-alat itu. yang buat gw cukup horrific. apa lagi pas si cowok bubble gum mencoba menyelamatkan nick, temannya yang suka bawa kamera ke sana sini, itu yang sebenarnya dikittt lagi mati, udah dibekukan dengan lilin. matanya masih gerak-gerak, dan si cowok bubble gum tau kalo itu nick dari topi yang tertinggal di dekat meja penyiksaan. nah saat si cowok bubble gum berusaha melepaskan jarum-jarum yang nempel di kepalanya si nick, si cowok bubble gum malah..melepaskan kepalanya sekalian. gw cukup kaget. neng erika juga kaget. ehehe.lumayan parno yang itu. bye bye lah nick. oya, secara background motif pembunuhan dan pe-lilinan nya ngga cukup dibangun, jadi kegilaan dua bersaudara ini ga kegambar dengan jelas. cuma kayak bunuh sana bunuh sini aja. kurang psycho buat gw. dari yang gw tahu sih film-film kayak gini emang punya root culture yang kuat. amerika itu terlalu luas, jadi lo ga tau apa daerah yang lo kunjungi waktu jalan-jalan bebas kayak gitu isinya orang waras apa orang sakit. beberapa kisah nyata memang mencatat bahwa pembunuh gila sering beredar di daerah2 panas, kayak texas. inget leatherface.ahhh...pembunuh favorit gua. leatherface itu katanya sih bener2 ada. ampun dah.ya kalo dibandingin ama texas chainsaw massacre (2004) dengan si sexy jessica biel, house of wax ga ada apa-apanya deh. gw masih inget waktu si leatherface menggantung cowoknya jessica di film itu di kait, terus dia menangis-nangis minta ampun. Gee...ini baru psycho. gw aja harus mempersiapkan diri untuk nonton film itu, karena memang sesadis yang gua denger. iya nih, 2 pembunuh gila di house of wax ga punya orisinalitas alat pembunuh. karena mereka 'hanya' mematungkan, dibandingin ama leatherfae yang bawa chainsaw..uhh. masih lebih sakit leatherface emang di mana mana. melihat kegagalan house of wax yang baru ini, gw jadi pengen lihat house of wax yang asli dulu. katanya lebih nyeremin. secara settingannya jadul, mungkin lucu waktu mbayangin bahwa yang dikejar pakai celana cutbrai, ngga kayak erika di house of wax (2005) yang udah pakai boots koboy dengan jeans dan baju perek bunting itu. ohh..dia emang korban yang so cool.apalagi paris...ga ada matinyee..ehehe.dari semua-semuanya, elemen of horror, cerita, film ini 2 aja deh...bintangnya. dari texas chainsaw massacre jauh deh...jauuhhh.oya, ada yang baru dari quentin tarrantino 'hostel' ama 'saw II' seseram apakah mereka, mengingat 'saw' aja udah cukup sakit...,huhuhuh.
ralat:
bukan erika christensen ya, elisa cuthbert
trus si bubble gum boy itu chad michael murray

Comments: Post a Comment



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?