Tuesday, November 01, 2005

 

gw nonton film ini karena reviewnya di salah satu majalah film langganan gua bagus. bagus banget malah. gw penasaran bagaimana film ini di mata Leila S. Chudori, karena interpretasi beliau soal beberapa film bagus. beberapa film yg gw tonton adalah hasil provokasi tulisan beliau di media itu. beliau kerja di mana sih? ya pokoknya analisa beliau cukup bkin gw penasaran akan sebuah film. tp gw belum baca tulisan beliau akan film ini.
dr review yg gw baca soal Cinderella man gw tau film ini berdasarkan kisah nyata akan seorang petinju bernama James murddock yg hidup dan menjadi besar selama masa great depression di States. saat Wall Street ambruk dan 15 juta orang kehilangan kerjaan dan James Murddock yg dulunya sukses dengan gelarnya bahkan harus menambahkan air di susu anaknya, dan memberikan makanannya pada anaknya yg minta tambah sarapan lagi. what a dad klo gua bilang. untuk menghibur anaknya, Jim (panggilan Murddock) mengaku bahwa dia cukup kenyang dengan mimpinya semalam di mana dia diajak makan ke Ritz oleh temannya. saking kenyangnya dia di mimpi itu dia bilang dia ga mampu makan lagi.
Jay, anak pertama Jim nyolong daging dr toko karena dia ga mau keluarganya kekurangan makan. temannya yang keluarganya udah ga mampu memberikan mereka makan terpaksa mengirim mereka jauh dari rumah supaya tetap bisa makan. Jay ga mau dikirim ke luar rumah hanya supaya mereka bisa makan. Jim bilang ' sesusah apapun kita, kita ga boleh mencuri, dan Ayah ngga akan mengirim kamu..kemanapun.' di sini gw nangis.
jim mulai bertinju lagi karena tokohnya paul giamatti (gw lupa namanya) dapet gigs. itupun ngorbanin tangan kanan jim. buat 250 dollar. sebelum-sebelumnya Jim harus nyari kerja dengan ngantri bersama pria2 lainnya yang nawarin tenaga buat kerja serabutan di pelabuhan. listrik dicabut, anak2 kurang makan. dingin udah datang. anak-anak JIm udah mulai sakit. God, gw pikir, cobaan apalagi nih. satu gambaran lagi soal great depression yg gua dapet dr film ini.
jim akhirnya (terpaksa) ngemis ke teman2nya yg udah lupa sama dia. hanya supaya listrik hidup lagi dan anak-anak balik lagi sama dia. Jim bilang dia ga boleh kalah sama hidup.
akhirnya Jim, dengan perjuangan panjang bisa kembali ke ring tinju. promotor dan asosiasi tinjupun berani mengembalikan izin bertarungnya, karena Jim sempat dianggap bertarung dengan kotor sehingga pertandingan dihentikan dan izinnya dicabut. jim yang menderita, menjadi miskin, percaya akan kekuatannya dan setia pada keluarganya walaupun usia sudah semakin tua menjadi inspirasi Amerika saat itu. kekuatan masyarakat Amerika untuk bertahan selama masa great depression yang benar-benar menyedihkan itu berasal dr James Murdock.
Jim akhirnya harus bertarung dengan Brae, juara dunia yang menewaskan 2 lawan terakhirnya. bahkan koran2 mengatakan bahwa pertandingan brae sama dengan kematian. Brae tidak menemukan lawan lain selain Jim. promotor ingin pertandingan yang hebat. Brae harus menemukan lawan yang seimbang. James Murddock, 80 kali menang KO. tapi Brae melecehkan kemampuan James yang sudah tua. pertimbangan keselamatan, dia takut akan membunuh Jim di ring, sama seperti 2 lawannya sebelumnya.
Amerika berdoa untuk Jim supaya dia selamat dr pertandingan maut ini. Jim sudah tua. tangan kanannya sudah tak tangguh. tangan kirinya cukup siap. tapi Brae sudah menghajar 2 orang hingga tewas. apakah dia akan menjadi yang ke-3?
spoilernya banyak banget ya? harti2 makanya. aha. filmnya sendiri bagus secara muatan dramanya. bungkusan dan isinya pas. Russel Crowe bagus sekali memainkan emosi. gw langsung simpati dengan fatherhoodnya. Renee juga lawan main yang top notch. peran Russel di sini ngingetin gw saat dia jadi maximus di Gladiator. banyak kesedihan di 2 filmnya ini, hanya eksekusinya beda dan endingnya juga tidak senada. ya iyalah. kalo sama kan lucu. bodoh ya gue.
cuma yang bikin gw penasaran, gimana James jadi miskin ga diceritain. tiba-tiba aja dengan transition shot loncat ke masa 4 tahun sebelum great depression dan James sekeluarga sudah miskin. karena bercerita tentang Murddock gw rasa juga fall nya dia perlu dicoverlah.
buat film berdurasi 2 jam, phasenya cukup. tidak pelan. tidak juga terlalu cepat. enak ngikutinnya. semua bagian cerita diatur sesuai porsi dan betul-betul nendang. yang nulis hebat. ehheeh. siapa sih? jadi pengen belajar. jadi apprentice.gwgwheheh.
muatannya juga pas. yg jelas emang film ini membahas perjuangan masyarakat AMerika untuk keluar dr great depression itu, dan di sini Murddock yang diceritakan. menceritakan dia mempunyai kelebihan, di mana dia adalah legenda tinju, ikon harapan, semangat kebangkitan yang harus selalu ada. ohhhhhhh. gitu deh.
editingnya juga seru. beberapa pertandingan yang ditunjukin membuat gw terkesima dan terpana karena look so real. the blood were so red and the bruises looked that hurt. mungkin ada body double yang emang bisa tinju. tapi ya itu lah. i felt like i was actually watching a boxing competition. and the people were just so raved. keren.
harapan selalu ada. hidup cinderella man!

Comments: Post a Comment



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?